Tasikoki Wildlife Center, Tempat Wisata Edukasi Konservasi di Sulawesi Utara

Tasikoki Wildlife Center, Tempat Wisata Edukasi Konservasi di Sulawesi Utara

Tak seperti tempat LSM-LSM yang bergerak di bidang konservasi lainnya, lokasi dan fasilitas Perlindungan Satwa Liar Tasikoki akan membuat para pemilik resort berbintang lima menjadi iri. Kenapa tidak? Lokasinya dengan panorama yang indah serta fasilitas-fasilitas rapih yang dirancang sedemikian rupa sehingga lebih terlihat seperti resort mewah namun sangat tertata secara fungsional demi kepentingan konservasi itu sendiri.

Tasikoki Wildlife Center (TWC) sendiri fokus pada pelestarian dan rehabilitasi berbagai jenis hewan langka dan endemik seperti Macaca Nigra, burung Kasuari, Orang Utan, Rusa, Babirusa, beruang madu, dan berbagai spesies lainnya. Tempat ini pertama kali didirikan oleh seorang konservasionis asal Belanda bernama Wille Smits yang tadinya lebih berfokus pada pelestarian orang utan namun memperluas fokusnya pada berbagai hewan serta spesies yang tidak hanya langka dan jarang, tapi juga penyelamatan spesies dan hewan yang tergolong tidak boleh dipelahara. Dengan demikian tempat ini juga menjadi rumah rehabilitasi bagi beberapa spesies hewan lainnya juga.

Menurut Tasikoki Wildlife Center, Sulawesi mempunyai keanekaragaman hayati baik flora dan fauna serta kehidupan laut dan pesisir yang kaya. Hal ini disebabkan karena Sulawesi terletak di Garis Wallace dimana Sulawesi memiliki spesies-spesies yang memiliki usul dari wilayah Asia dan Australasia. Dengan demikian menurut mereka, rusaknya keanekaragaman hayati merupakan ancaman yang sangat serius bagi kebertahanan ekosistem.

Ribuan satwa liar dari seluruh Indonesia diselundupkan melalui Sulawesi dan membuat Sulawesi menjadi sarang bagi perdagangan satwa liar yang ilegal. Tasikoki Wildlife Center mengadvokasikan peraturan hukum yang kuat berkenaan dengan ini agar perdagangan satwa liar secara ilegal dapat dihentikan. Selain itu satwa liar yang mereka selamatkan selanjutnya direhabilitasi dengan memperkenalkan mereka kembali ke alam liar yang serupa dan berusaha diwujudkan oleh fasilitas yang ada di Tasikoki Wildlife Center.

Fasilitas ini juga sering dijadikan ajang pendidikan konservasi bagi anak-anak Sekolah Dasar, karena semakin muda mereka menjadi sadar akan pentingnya keanekaragaman hayati, mereka dapat menghargai alam liar dan penghuninya, yang mana sebenarnya manusia dan spesies lainnya membutuhkan ekosistem yang sehat dan seimbang agar dapat terus bertahan hidup.

Fasilitas ini dibuka untuk umum dan di setiap fasilitas terdapat keterangan dan informasi yang komprehensif. Bisa dibilang tempat yang dijalankan oleh sukarelawan dan pegawai tetap ini sangat rapih dan terpadu. Tasikoki Wildlife Center juga tetap butuh dukungan dari masyarakat lokal agar visi dan misinya dapat berjalan dengan baik, karena bagaimanapun keanekaragaman hayati adalah juga bagian yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Menurut Tasikoki Wildlife Center, penyelamatan ekosistem dan isinya belumlah terlambat selama kita mau bertindak sekarang juga dan mengembalikan lagi keseimbangannya.

Tasikoki Wildlife Center House
Foto: Tasikoki

Di TWC juga terdapat penginapan The Lodge yang dinamai Wisma Tangkasi yang memiliki lima kamar dengan berbagai fasilitas seperti halnya resort bintang lima. Selain itu ditempat ini terdapat juga tempat untuk rekreasi dan tur sekitar Tasikoki Wildlife Center dan banyak fitur-fitur menarik lainnya. Untuk sampai ke Tasikoki dari Kota Manado hanya dibutuhkan waktu sejam. Tasikoki terletak di Jl. Raya Tanjung Merah – Kema, Desa Watudambo, Jaga 10, Kauditan, Minahasa Utara.

Tasikoki Wildlife Center terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi sukarelawan ataupun bagi mereka yang peduli tentang keselamatan satwa liar dan ekosistem mereka. Untuk menjadi sukarelawan atau hanya sekedar ingin memberikan donasi, silahkan akses untuk informasi lebih lanjut ke website Tasikoki Wildlife Center yang beralamat di www.tasikoki.org

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY