Agama Yahudi memang bukan merupakan agama resmi di Indonesia seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu. Meski demikian beberapa masyarakat penganutnya tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Utara sendiri banyak yang belum mengetahui keberadaan masyarakat penganut agama Yahudi. Selain jumlahnya penganutnya yang sedikit, tempat ibadahnya pun hanya ada satu di Indonesia, yaitu di sebelah utara Kota Tondano, Kabupaten Minahasa. Masyarakat penganut agama Yahudi menyebutnya Synagogue.

Di Minahasa, Synagogue berdiri di kelurahan Rerewokan, Tondano Barat. Synagogue Di Tondano awalnya merupakan rumah yang berdiri sejak 1996, hingga akhirnya tahun 2004 diresmikan menjadi Synagogue dengan bantuan renovasi seorang Belanda keturunan Yahudi, J. P. Van Der Stoop dan Yaakov Baaruch yang kini merupakan Rabi di Synagogue Tondano. Pengikut Yahudi di Manado berjumlah sekitar 50 orang. Beberapa di antara mereka rutin beribadah di Synagogue Tondano.

Berbeda dengan bangunan-bangunan di Minahasa pada umumnya, Synagogue Tondano merupakan bangunan beton unik dengan atap merah menutupi bagian atas dan dinding kiri hingga kanan. Di sekitar halaman bangunan terpasang paving dan pagar besi. Terlihat kontras dengan rumput liar dan pohon yang tumbuh disebelah kanan dan kiri. Meski demikian hijaunya pohon dan rumput ditambah kurangnya kendaraan lalu-lalang dan rumah-rumah yang berdiri di sekitar synagugoe, membuat suasananya terlihat lebih asri.

Memasuki bangunan Synagogue, Anda akan disambut dengan plang bertuliskan “SHAAR HASHAMAYIM SYNAGOGUE”. Di dalam gedung Anda akan mendapati ruangan berukuran sekitar 5×5 meter. Ruangan ini merupakan tempat ibadah yang didalamnya terletak kursi kayu panjang menghadap mimbar. Di antara kursi diletakkan sekat tripleks sebagai pembatas bagi jemaah laki-laki dan perempuan.

synagogue tondano - rumah ibadah agama yahudi di minahasa
Foto: Musyawir

Selain suasana dan tampilan bangunannya yang menarik untuk dikunjungi, Synagogue juga menjawab rasa penasaran Anda yang ingin tahu tata cara ibadah penganut agama Yahudi. Masyarakat Penganut Yahudi biasanya beribadah di Synagogue setiap hari sabtu dan minggu. Synagugue Tondano telah beberapa kali menerima kunjungan turis luar maupun domestik. Beberapa diantaranya merupakan turis beragama Yahudi yang ingin berdoa di Synagogue.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Synagogue Tondano, untuk dapat mencapai lokasi Anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar RP.20.000. Untuk rute perjalanan, dari pusat kota Manado Anda disarankan naik angkutan umum berwarna biru muda jurusan Ranotana/Karombasan kemudian turun di terminal Pasar Karombasan dan selanjutnya naik bis jurusan Tondano. Di Tondano Anda sebaiknya turun di terminal Tondano dan naik ojek dengan tujuan kelurahan Rerewokan, Ojek yang Anda tumpangi langsung akan mengantarkan Anda ke Synagogue.

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, jarak dari pusat kota Manado menuju Synagogue Tondano sekitar 35 km. Anda sebaiknya melewati jalan lintas Manado-Tomohon-Tondano. Di kota Tondano, Anda disarankan langsung menuju terminal Tondano yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi Synagogue (baca: Pesona dan Daya Tarik Danau Tondano Yang Melegenda)

Turis biasanya diizinkan datang untuk sekedar berkunjung ataupun mengabadikan prosesi ibadah di Synagogue dengan menggunakan kamera. Namun untuk mengambil foto Anda tidak disarankan datang pada hari sabtu, karena sabtu merupakan hari sabath. Dalam tradisi yahudi, sabath merupakan hari perhentian. Masyarakatnya dilarang melakukan aktivitas kerja dan aktivitas di luar rumah pada hari sabath kecuali beribadah ke Synagogue.

Untuk menghormati sabath penganut agama Yahudi biasanya melarang turis untuk mengambil gambar. Agar dapat bebas mengambil gambar, Anda disarankan untuk datang pada hari minggu karena pada hari tersebut mereka datang berdoa bersama dan Anda diperkenankan untuk mengambil gambar. Untuk berkunjung pada hari biasa seperti senin hingga jum’at ada baiknya Anda menghubungi terlebih dahulu Rabi, atau jemaah, karena biasanya tidak ada aktifitas peribadatan pada hari-hari tersebut.

Meski demikian Anda yang datang berkunjung pada hari sabtu (sabath) diperkenankan untuk bertanya seputar Synagogue dan agama Yahudi. Banyak hal yang akan Anda dapatkan selepas kunjungan Anda ke Synagogue Tondano. Berkunjung ke Synagogue bisa jadi salah satu alternatif untuk Anda melepas penat dengan cara unik. Dengan ke Synagogue Anda akan mendapat paket lengkap pemandangan desa dan bangunan Synagogue yang apik, sekaligus juga informasi menarik. Anda bisa mulai dengan memasukan Synagogue ke dalam daftar destinasi wisata Anda. Dapatkan liburan asik bersama partner ataupun keluarga, menyaksikan indah alam dan ramahnya masyarakat religius desa.

LEAVE A REPLY