Malam minggu kemarin kami diundang oleh Head Marketing Cloud 9 yang akrab disapa “Kak Anez”. Katanya akan ada ­party yang lebih heboh dari pengalaman kami sebelumnya ketika bertandang ke Cloud 9. Ini kali tiga DJ dari Jakarta, sebutlah Division yang terdiri  atas tiga DJ perempuan yang berparas cantik dan seksi, mereka adalah: Delizious Devina, Amelly Latisha,  dan Vera Selvarra. Tentu saja, tiga  DJ ini tidaklah asing bagi para clubbers ibukota. Namun malam minggu kemarin hujan lebat menyisiri Kota Manado. Kami punya masalah.

club cloud 9 manado
DJ Delizious Devina, DJ Amelly Latisha, dan DJ Vera Selvarra. Foto: Bram

Bukan karena angkutan yang harus membawa kami ke tempat tujuan. Bukan karena masalah kocek. Bukan. Tapi, Kami ingin sekali mendokumentasikan malam yang katanya akan heboh ini.

Seketika Saya membayangkan event besar di salah satu nightclub ternama di Jakarta yang pernah Saya datangi di atas Hotel 1001 Malam, ketika kerumunan orang di Hall yang padat telah dimantrai oleh dancing beat yang disajikan Dj-dj Ibukota ternama, seketika balon-balon jatuh dari langit-langit dan sinar laser membuat dentuman musik yang dimainkan oleh Dj makin membuat kerumunan menggila. Ini baru party, kata saya. Andaikan saya punya kamera yang memadai untuk mengabadikan malam itu.

Dan malam minggu kemarin itu, saya seperti mendapat kesempatan kedua, karena Kak Anez memberi Kami akses dokumentasi yang luwes. Sekali lagi, Kami punya masalah. jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan fotografer kami, Alan,belum memberikan kabar perihal kepastiannya. Ban motornya sedang bocor dan ketika jam menunjukkan pukul 10 malam Saya mengambil inisiatif untuk mengontak seorang kawan Saya, Bram, yang kebetulan sering jadi fotografer di acara-acara live. Bram mengiyakan dan pada pukul 11 Kami rendezvous di Mantos dan segera menaiki tangga menuju Cloud 9.

Ketika berada di meja yang sudah disediakan untuk kami, Bram mulai menyetel-nyetel kameranya, Saya mengamati tata letak acara malam ini. Masih sama seperti yang kemarin, belum ada yang spesial, mungkin karena para Dj tamu yang akan menyemarakkan malam ini belum perform. Para Resident Dj dan 3D Dancers  mengisi kekosongan sekadar membuat pemanasan sebelum puncak acara tiba.

Beberapa jam kemudian saya melihat Kak Anez masuk bersama Dj, akhirnya puncak acara akan segera tiba. Ketika Tiga Dj yang sudah tidak asing namanya ini berada di atas panggung, kerumunan mulai memadati depan panggung. Amelly Latisha,  dan Vera Selvarra mulai menunjukkan keahlian mereka dalam bernyanyi diiringi lantunan musik yang diracik Delizious Devina sambil berdansa bersama.

Crowd  diajak bernyanyi bersama, Cloud 9 mulai penuh sesak. Setengah jam kemudian, warna-warni laser membuat lantai dansa makin menggila. Tiga Dj ini saling bergantian dan tampil penuh enerjik. Api-api buatan di sembur dari kiri, kanan, dan tengah panggung, sehingga membuat atmosfer party yang mulai uplifting musiknya makin panas. Saya melihat kerumunan di sekitar saya mulai bergoyang seperti dihipnotis oleh musik dan suasana yang diracik sedemikian rupa oleh Cloud 9 dan Division.

Tak lama kemudian para Dj mulai membagikan lightstick dan atmosfir yang temaram pun di campuri dengan api yang menyembur di panggung, laser, serta suara riuh kerumunan yang asyik berdansa. Pada tahap ini, tak satupun di sekeliling saya yang tak menggoyangkan badan mereka mengikuti iringan musik. Saya pun menuju depan panggung menemani Bram yang sedang mencari sudut-sudut foto yang bagus sembari mengikuti kerumunan yang sangat enerjik.

Jam hampir menunjukkan pukul 4 pagi. Dj mulai terlihat lelah namun para clubbers seperti tidak ingin meninggalkan Cloud 9. Tapi tim kami, meski puas, memutuskan bahwa malam itu sudah cukup dan saya yakin Bram sudah mendapatkan momen-momen berharga pada malam itu. Momen-momen yang ingin saya rasakan seperti sebelumnya, momen ketika kami menaiki tangga Mantos menuju Cloud 9 dengan penuh harap. Dan ya, kami memang seperti barusaja mengawang di awan ke Sembilan: Cloud 9.

LEAVE A REPLY