Sore hari di pinggir Pantai Malalayang, saya yang baru pertama kali menginjakan kaki di Sulawesi Utara sudah tak sabar menikmati berbagai hidangan khas Sulawesi Utara. Saya sudah menuliskan beberapa di dalam daftar saya, salah satunya adalah Pisang Goroho. Salah satu kawan saya yang asli dari Minahasa dan tinggal di Pulau Jawa berulang-ulang kali mengatakan untuk mencoba pisang goroho. Ia mengatakan bahwa pisang tersebut berbeda dari pisang lainnya dan saya pasti akan menyukainya.

Karena kebetulan kita memiliki selera makanan yang sama, saya tidak meragukannya. Saya memesan satu porsi pisang goroho, Pisang Goreng dengan rica roa, dengan Cap Tikus, minuman alkohol lokal yang dibawakan oleh kawan saya. Ketika pisang goroho dihidangkan, saya tidak melihat ada perbedaan jauh dari pisang lainnya, hanya saja penyajiannya dibuat menjadi lebih tipis daripada pisang goreng, namun juga tak terlalu tipis. Pertama kali mencobanya, memang berbeda dari pisang pada umumnya, rasanya seperti campuran pisang dan kentang.

Pisang Goroho di Manado
Pisang Goroho, Foto: uchadisini.blogspot.co.id

Pisang goroho atau Musa acuminata adalah spesies pisang yang berasal dari Asia Tenggara yang merupakan hasil persilangan dengan Musa balbisiana. Musa acuminata adalah tumbuhan yang selalu hijau, namun bukan tergolong pohon. Yang menjadi keunikan adalah karakteristik pisang goroho yang memiliki tangkai tinggi dengan delapan sisir pisang serta batangnya yang berukuran lebih kecil. Pada tahun 1955, botanis berpengaruh di dunia, Norman Simmonds merevisi klasifikasi pisang goroho dan kasifikasi mereka tergantung pada berapa banyak dari karakteristik dua spesies sebelumnya (Musa acuminata dan Musa balbisiana).

Kenikmatan Pisang Goroho dengan Sambal “Rica” Roa

Tidak seperti pisang goreng pada umumnya, khususnya di Jawa, pisang goroho disajikan dengan sambal. Karena saya tumbuh besar di Sulawesi, saya juga menikmati pisang goreng dengan sambal, sementara di Jawa disajikan bersama cabai, jadi ketika pertama kali datang ke Sulawesi Utara dari Jakarta, saya seperti nostalgia di masa kecil. Pisang goroho juga tidak disajikan dengan tepung, tetapi Anda juga dapat memesan pisang goreng yang disajikan dengan tepung.

pisang goroho dan dabu-dabu roa
Pisang goroho dan dabu-dabu roa, Foto: uchadisini.blogspot.co.id

Pisang goroho dapat dinikmati dengan taburan garam atau plain. Sebenarnya Anda tak perlu ke Pantai Malalayang untuk menikmati pisang goroho, karena warung-warung makan di pinggir jalan di pusat kota Manado pun banyak menyajikan menu pisang goroho. Selain itu yang cukup terkenal akan menu olahan pisang terletak di dekat stadion sepak bola, Stadion Klabat.

Anda dapat menikmati beberapa sajian pisang goroho ditemani dengan kopi dan teh atau saraba, meskipun saraba ini khas Makassar, minuman ini cukup tepat untuk dinikmati bersama camilan pisang goroho, apalagi jika Anda menikmatinya di sepanjang Pantai Malalayang. Harga untuk satu porsi pisang goroho sangatlah terjangkau, yaitu Rp. 10.000 dan untuk pisang goreng dihargai Rp. 2.000/buah. Dibandingkan beberapa menu olahan pisang di kafe-kafe atau warung makan di Jawa atau daerah lainnya, dua buah pisang bakar dengan coklat atau keju dihargai Rp. 10.000 – Rp. 15.000. Jauh bukan?

Jika Anda menginginkan camilan yang sedikit mengenyangkan dengan rasa yang unik, pisang goroho dapat menjadi alternatif untuk Anda berikutnya.

LEAVE A REPLY