Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat mutikultur dengan beragam agama dan kepercayaan yang tersebar di setiap daerahnya. Bersosialisasi bersama masyarakat dengan kultur berbeda dan belajar tentang kehidupan mereka yang masih memegang erat tradisi leluhurnya bisa menjadi pilihan liburan yang menyenangkan terlebih bagi Anda penikmat setia wisata budaya dan religi.

Sulawesi Utara memiliki beberapa destinasi wisata bagi Anda yang ingin berwisata dengan masyarakat adat yang masih memegang erat tradisi dan kepercayaan leluhur mereka. Di sebuah desa, tepatnya di pulau Salibabu, kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud Anda bisa menemukan masyarakat penganut aliran kepercayaan yang berbeda dari desa dan kota lain di Sulawesi Utara. Desa tersebut adalah desa Musi Induk. Di desa Musi Induk sebagian besar masyarakatnya menganut kepercayaan ADAT Musi.

Agama (kepercayaan) ADAT Musi merupakan salah satu kepercayaan turun-temurun dari leluhur masyarakat Musi yang masih bertahan sampai saat ini ditengah dominasi agama resmi masyarakat modern Indonesia. Masyarakatnya dikenal dengan sebutan masyarakat “penghayat kepercayaan”. “ADAT” sendiri merupakan akronim dari “Allah dalam tubuh.” (Masyarakat ADAT Musi menyebut tuhannya dengan sebutan Tuhan Allah)

lokasi menuju lokasi masyarakat agama adat musi di talaud
Foto: Terri Repi

Musi sendiri merupakan desa asri yang terletak di tepi pantai pulau Salibabu. Berbeda dengan Lirung yang merupakan ibukota kecamatannya, pepohonan rindang masih banyak ditemukan di desa ini. Sambutan hangat warganya menambah kesan ramah khas masyarakat desa Indonesia. Untuk berkunjung dan bersosilisasi langsung dengan masyarakat agama ADAT, ada baiknya Anda bertemu pimpinan desa terlebih dahulu yang kemudian akan mempertemukan Anda dengan pimpinan Penghayat.

Dengan pimpinan penghayat Anda bisa bertanya banyak hal seputar keberadaan masyarakat penghayat kepercayaan ADAT Musi. Anda bisa pula tinggal menginap di tengah warga untuk bisa melihat keseharian hidup masyarakat atau tata cara ibadahnya.

Anda juga bisa mengunjungi Bukit Duanne, tempat ibadah masyarakat ADAT Musi. Bukit Duanne hanya berjarak seitar 1 km dari desa Musi Induk. Ritual ibadah di Bukit Duanne dilaksanakan setiap hari rabu, sabtu, dan hari besar keagamaan.

bukit duanne tempat ibadah agama adat musi di talaud
Foto: Terri Repi

Salah satu hal yang unik dari ritual agama ADAT Musi adalah setiap penghayat yang akan mengikuti acara ibadah harus mengenakan pakaian berwarna putih. Warna putih merupakan lambang kesucian bagi para penganutnya. Jika Anda berkunjung ke Bukit  Duanne, sebaiknya Anda tidak mengenakan pakaian berwarna merah, karena ada larangan keras penggunaan pakaian berwarna merah untuk setiap pengunjung dan penghayat di Bukit Duanne.

Di Bukit Duanne terdapat 3 bagunan rumah ibadah. Di salah satu bangunan terdapat ruangan yang berisi lukisan-lukisan warna-warni yang merupakan representasi kitab Pembawa Damai (kitab agama ADAT Musi).

Masyarakat pengayat kepercayaan juga masih menjaga tradisi yang membantu menjaga kelestarian alam sekitarnya. Di depan Bukit Duanne terdapat pantai dengan terumbu karang yang indah. Adanya larangan menangkap ikan di kawasan pantai depan Bukit Duanne membuat keindahan terumbu karang yang merupakan habitat ikan tetap terjaga. Walau demikian Anda tetap diperbolehkan untuk diving dan snorkeling di sekitar pantai.

Untuk menuju desa Musi, Anda yang berangkat dari Kota Manado bisa menggunakan 2 alternatif angkutan. Dari pelabuhan penyeberangan, Anda bisa melewati jalur laut dengan menggunakan kapal. Keuntungan menggunakan kapal adalah Anda bisa meminimalisir budget karena lebih murah di banding dengan menggunakan pesawat. Namun waktu tempuh yang di perlukan lebih lama.

Perjalanan Manado-Talaud dengan kapal memakan waktu 12 jam. Kapal berangkat dari Manado menuju Talaud hanya tersedia pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Bagi Anda yang memilih menggunakan pesawat, waktu tempuhnya hanya sekitar 40 menit. Jika memilih naik kapal, Anda harus turun di pelabuhan Lirung pulau Salibabu. Dari lirung Anda bisa langsung naik angkutan umum menuju desa Musi. Namun bagi penumpang pesawat hanya bisa mendarat di Melonguane (Pulau Karakelang) yang merupakan ibukota kabupaten kepulauan Talaud. Dari Melonguane anda harus naik Speedboat lagi sekitar 15 menit menuju pulau Salibabu.

Sebagai desa yang terkenal dengan tanaman kenari, Anda juga bisa mencicipi panganan khas desa tersebut yaitu halua kenari dan kenari goreng. Anda juga bisa membawanya sebagai buah tangan bagi kerabat dan keluarga Anda. Belajar kultur masyarakat yang unik dengan keramahannya ditambah dengan menikmati keindahan alam desa yang asri, pantai, dan keindahan bawah laut yang memikat bisa jadi paket liburan wisata yang menyenangkan. Dengan berkunjung ke desa Musi Induk Anda bisa mendapatkan satu paket liburan lengkap dalam satu destinasi perjalanan. Anda yang masih bingung dengan destinasi beribur bisa memasukan kunjungan ke agama ADAT Musi sebagai alternatif liburan Anda. Selamat berlibur!

LEAVE A REPLY