Gunung selalu memberikan adiksi tersendiri bagi para petualang alam tak terkecuali Gunung Klabat di Minahasa Utara. Keinginan besar untuk menapaki medan walau sulit hingga tiba di puncak memberikan kesan perjalanan yang luar biasa bagi mereka yang suka mendaki. Banyak hiburan yang akan akan anda dapatkan dengan mendaki gunung, seperti menikmati alunan koor hewan nokturnal di puncak dengan ditemani hangatnya api unggun malam hari, atau menikmati sunrise cantik dengan hiasan kabut dan gumpalan awan di pagi hari.

Sulawesi Utara memiliki banyak pilihan destinasi wisata gunung terlebih bagi anda yang gemar mendaki. Dari beberapa pilihan gunung di Sulawesi Utara, Gunung Klabat merupakan destinasi wisata gunung yang wajib anda kunjungi, karena puncaknya merupakan puncak tertinggi di Sulawesi Utara.

Secara geografis Gunung Klabat terletak di wilayah Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara. Gunung Klabat merupakan gunung api yang kini tidak aktif lagi. Pada puncaknya terdapat sebuah danau yang dikelilingi pepohonan dan Hutan. Selain keindahan alamnya, jalur pendakian gunung Klabat merupakan jalur yang cukup ekstrim dibanding gunung-gunung lain di Sulawesi Utara. Walau ekstrim, gunung ini menjadi track pendakian favorit bagi para pendaki dan pecinta alam di Sulawesi Utara.

Karena track yang ekstrim ditambah jarak tempuh yang cukup panjang pendaki disarankan membawa perlengkapan yang cukup bahkan lebih untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan. Dan bagi anda yang baru pertama kali mendaki Gunung Klabat disarankan mengajak guide atau teman yang sudah berpengalaman dan memahami jalur yang akan dilalui.

Puncak Gunung Klabat
Foto: Indra Alcatras

Jalur Pendakian di Gunung Klabat

Untuk rute perjalanan menuju track pendakian Klabat, Anda yang berangkat dari pusat Kota Manado dan memilih naik angkutan umum disarankan untuk naik angkot berwarna biru muda dengan tujuan terminal Paal 2. Kemudian dari terminal Paal 2, Anda sebaiknya naik angkot tujuan terminal Airmadidi. Begitu tiba di terminal Airmadidi anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju jalur awal pendakian.

Untuk trasportasi selain angkutan umum, alternatif lainnya adalah dengan ‘ba-D.O’ alias dola oto (‘nebeng’ dalam bahasa gaul Manado). Dari Pusat kota anda bisa langsung menumpang mobil yang lewat dengan tujuan Airmadidi. Kelebihannya adalah murah. Namun pilhan ini sedikit kurang aman terlebih bagi Anda yang belum terbiasa dan hanya pergi sendirian.

Di Airmadidi, Anda bisa mampir sebentar di sekertariat Kaum Muda Pecinta Alam (KMPA) Tunas Hijau. Selain bisa diajak mendaki bersama karena beberapa anggotanya paham jalur Gunung Klabat, dengan mereka Anda bisa berdiskusi tentang konservasi lingkungan, khususnya hutan Gunung Klabat dan penyelamatan satwa endemik Sulawesi Utara. Letak sekertariatnya tidak begitu jauh dengan Jalan utama Airmadidi, tepat di gang pos polisi yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari terminal Airmadidi.

Untuk pendakian, Sebagian besar pendaki Gunung Klabat memilih mendaki di malam hari. Jalur pendakian yang cukup panjang dan tanjakan ekstrim membuat mendaki di siang hari lebih terasa berat. Jarak tempuh menuju puncak memakan waktu sekitar 8 jam. Bagi Anda yang merasa lelah, bisa beristirahat di pos-pos yang tersedia pada ketinggian yang berbeda-beda. Total pos yang akan Anda lewati berjumlah 6 Pos, dengan jarak antar pos yang variatif. Pos juga disediakan untuk Anda yang perlu menginap karena terlalu letih sebelum melanjutkan pendakian pada esok harinya.

Pos 1 dan 2 terbilang cukup landai dibanding pos 3 hingga 6. Tingkat kesulitan terbesar yang akan Anda temui ada pada pos 5 menuju pos 6. Terkadang Anda harus menggunakan tidak hanya kaki tetapi juga tangan untuk merayap dengan meraih akar dan batu di sepanjang jalur ini. Penggunaan Sepatu tracking sangat di anjurkan untuk melindungi kaki Anda dari batu dan ranting juga terpeleset. Setiap pendaki juga disarankan untuk membawa head lamp masing-masing mengingat track yang sulit.

Keindahan Sunrise dan Sunset di Puncak Gunung Klabat

Semua kelelahan mendaki dapat terbayar setelah Anda menapak puncak Klabat. Banyak panorama indah yang akan memanjakan mata Anda ketika anda sampai di Puncak. Di Pos 6, Anda dapat menyaksikan pohon-pohon dan rerumputan hutan yang masih asli. Di tengah rerumputan dan pohon, ada pula danau kecil ditengah hutan. Ada beberapa pilihan tempat untuk membuka tenda di Gunung Klabat. Anda bisa berkemah di antara pepohonan Pos 6 jika Anda ingin dekat dengan sumber air. Pilihan lainnya adalah dengan memasang tenda di puncak, sekitar 10 meter menanjak dari pos 6. Di puncak Anda bisa membuka tenda di tengah ilalang jika Anda ingin menyaksikan dengan jelas Milky Way atau bintang bertaburan di langit Sulawesi Utara.

Jika Anda tiba sore hari, jangan lewatkan momen indah Sunset di puncak Klabat. Dari Puncak Anda bisa menyaksikan gumpalan awan putih yang terkena bias Jingga matahari sore seakan memanggil Anda untuk berbaring diatasnya. Saat malam tiba, ketika berada di puncak Anda bisa melihat Jutaan bintang langit sulawesi yang bersinar atau menyaksikan kerlip lampu kota. Jika Anda naik pada awal Januari atau akhir Desember (tepat malam pergantian tahun), dari puncak Anda akan disuguhkan pemandangan ribuan percik kembang api warna-warni yang di nyalakan masyarakat Airmadidi dan sekitarnya.

Piramida Gunung Klabat
Bayangan piramida Gunung Klabat, Foto: Indra Alcatras

Pagi harinya Anda harus bangun sebelum pukul 6 untuk menyaksikan piramid atau bayangan Gunung Klabat di sebelah barat gunung. Mentari pagi yang menyinari badan gunung menyebabkan terbentuknya bayangan kokoh Gunung Klabat. Jika tidak tertutup kabut pagi, Anda bisa menyaksikan hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara dari puncak Klabat. Dari puncak anda bisa menyaksikan Manado, Airmadidi, Bitung, beberapa kota dan desa lain. Selain itu, dari puncak Gunung Klabat akan terlihat Sulawesi Utara yang masih di dominasi warna hijau.

Pemandangan yang paling epic dari puncak adalah pemandangan gunung-gunung lain di Sulawesi Utara. Dari puncak anda bisa menyaksikan gunung Lokon, Gunung Soputan, Gunung Tampusu, Gunung Mahawu, dan gunung lain jika pemandangan tidak sedang diselimuti kabut. Pemandangan samudera luas menambah sempurna panorama dari puncak Klabat. Dari sini juga anda bisa menyaksikan Danau Tondano dan danau dengan uap belerangnya yaitu Danau Linow.

Selain pemandangan di luar puncak Klabat, ada pemandangan menarik lainnya di Puncak. Gunung Klabat pernah mengalami kebakaran di hutannya. Selain membakar hutan di badan gunung, kebakaran juga mencapai puncak gunung klabat yang mengakibatkan beberapa pohon di puncak mati. Yang tersisa hanya batang hitam dengan ranting-rantingnya. Kebakaran memang menyebabkan kerusakan seperti matinya pohon dan beberapa satwa endemik yang menghuni hutan gunung klabat. Walau demikian sisa hutan yang terbakar di puncak menghadirkan pemandangan ‘hutan mati’ yang indah.

Bagi Anda yang telah memutuskan mendaki Gunung Klabat, ada baiknya Anda membawa kantong atau sejenisnya untuk membungkus sampah anda selama di atas dan membawanya turun kembali. Dan jika memungkinkan Anda bisa mengangkut sekalian sampah lain yang ada di sekitar semampu Anda. Dengan demikian Anda telah membantu Gunung Klabat untuk tetap lestari, selamat mendaki!

LEAVE A REPLY